Minggu, 12 Agustus 2012

PAGI PEDIH

Aku datang kepadamu pagi-pagi
sebelum mata hari membakar hati
aku datang hanya sekedar menyapa
bukan untuk menole sore yang sudah kemarin
karena kemarin sore menu kita adalah dusta
pagi ini kau sajikan aku hidangan mematikan rasa
kau selewirkan segelas airmata kepedihan
di sampingnya tersaji roti isi khianat
yang sebentar lagi mewaba ibarat epidemi
berlari-lari di gorong-gorong sumsum
jadilah bisu tubuhku
gemetar bukan jariku, melainkan ragaku
hingga aku tidak kuat menyambut pagi di kota ini
aku kembali pada gumulku
sebelum surya menemukan aku terkapar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar